Minggu, 14 Januari 2018

MODERNISASI PESANTREN.

TARBIYATUT THOLABAH PESANTERN MODERN

Tarbiyatut tholabah adalah pendidikan pencari. Saya telah belajar mencari sebelum tahu apa yang hendak dicari. Memang, dalam logonya tertulis symbol pencarian dalam aksara Arab. Tetapi, saat itu saya bahkan tidak tahu membacanya, apalagi memtahuinya.
Tidak masalah, karena itu tujuan pesantren. Memberi bimbingan pada siapa saja yang belum menemukan jalan, atau bahkan yang belum memiliki rencana. Kami diawasi setiap saat agar tidak lengah daam mencari imu. Demikian yang terus diulang-uang dalam setiap kesempatan, dari sebelum fajar terbit, hingga malam benar-benar gelap. Dari mulai cipratan air, gepukan penjalin, hingga tungkakan yai pun, mengajak kita agar kita gak kalah sama kokok ayam.
Pondok yang begitu luas yang dimana didalmanya tertata rapi mulai dari gedung sekolah, auditorium, taman, hingga ada sapiteng (tempat pembuangan kotoran). Gedung-gedung sekolah disini dari mulai TK/Paud, MI, MTs, MA, SMK, dan juga Perguruan tinggi. Adapun disis lain adanya Asrama putra dan Putri, kantir yayasan, ndalem kiyai, tempat pengajian, klinik, dan juga kantin.
Jamaah diantara yang paling digalakkan dalam pencarian Hikmah. Tangan kami degenggam, diajarkan cara menapaki jalan istiqomah. Room yai baqir sering mengatakan kata hikmah sampai dijadika motto dalam hidupnya “sekiranya kalian beristiqomah, maka Allah akan menakdirkan kesuksesan sepanjang masa”.
Jika banya pesantren yang mendikotomi identitas dengan membeda-bedakan antara Pondok Alqur;an dengan Pondok Kitab Kuning. Maka, di Tarbiyatut Thoalabah meskipun belum mencapai angka sempurna telah berhasil memadukan keduanya. Diapagi hari ada ngaji kitab, disoe hari ada Diniah, dimalam hari pun juga ada ngaji kitab. Bukan hanya itu, dalam pendidikan formal, kitab-kitab tras juga dimasukan sebagai diktat sekolah.
Tarbiyatut Tholabah memiliki perpustakan yang begitu indah dari mulai jenjang paling bawa hingga sampai dengan perguruan tinggi. Bahkan pesanntrenya pun menyediakan perpustkaan. Gedung-gedunng yang indah kamar-kamar yang rapi begitulah suasana dalam lingkup pesantren ini.
 Dimulai dari matahari terbit dimana semua santri wajib mengikuti shalat berjamaah diwaktu subuh dilanjut setelah selesai shalat dilajutkan dengna pengajian Alqur’an setelah itu tepat pada pukul 07.00 WIB. Dimana semua kalangan santri mukim pondok atau yang dari luar pondok harus memasuki kelas masing-masing.
System pembelajaran yang begitu istimewa, fasilitas yang tercukupi bagi siswa da tak lupa ruangan yang begitu indah. Disetiap kelas terpenuhi dengan adanya fasilitasd dari mulai adanya papan tulis, alamari, meja, kursi, dan juga ada layar proyektor yang begitu mencukupi. Selain itu ditambah juga dengan adanya ruang perpustakaan, ruang osis, ruang keorganisasian, ruang laboratorium, ruang computer, dan juga ruang praktek lapangan. Ada juga tempat yang begitu mempehuni yaitu Auditarium yang begitu besar. Kamar mandi yang cukup bagi kalangan pendidikan, disamping itu adanya kantin tempat para siswa beristirahat makan, minum dan juga nongkrong.
Suasana dikelas sangat mengasyikan ditambah system pengajaran guru yang professional. Walaupun sering terjadi kekerasan karena ulah siswa sendiri tapi terkadang para siswa menyadari akan kesalahan itu dimana kesalahan yang sering dilakukan yaitu: tidur didalam kelas waktu belajar, terlambat, pakaian tidak rapi, mebolos dan lain sebagainya. Dikalah guru melihat ketika siswa itu sedang tertidur sifat guru paling banyak membiarkan alasan dari mereka pun cukup fleksibel ‘mungkin siswa itu belajar terlarut malam atau juga mungkin dia semalam melakukan shalat tahajud sehingga diwaktu sekola dingantok dan tertidur”.
Disela-sela pelajaran ada juga siswa yang terkadang banyak melakukan Izin keluar kelas karena ada kepentingan lain atau juga mau buang air besar kecil. Tapi kebayakan sih melakukan ibadah shalat Sunnah dhuhah. Dipertenggahan belajar dimana bel menunjukan waktu untuk istirahat banyak siswa yang masih dikelas tapi masih banyakan lagi ada dikantin.
Kegiatan sekolahpun telah usai tapi dari sekolah sebelum para siswa pulang mereka diwajibka untuk melakukan shalat duhur berjamaah. Alasan diadakanya shalat duhur berjamaah supaya waktu pulang kerumah mereka tidak lalai dalam mengerjakan shalat. Shalat telah usai dimana para siswa berbondong-bondong untuk pulang bagi siswa yang tinggal diluar pondok begitupun sebaliknya siswa yang tinggal didalam lingkup pondok mereka kembali keasrama masing-masing untuk istirahat.
Diwaktu siang hari dari sekolah mengadakan adanya ekstrakulikuler dimana siswa yang mempunyai bakat dilatih dalam kegiatan tersebut. Ekstrakulikuler itu diantara lain:
1. olahraga (futsal, volley ball. Bola basket, bulutangkis, pencak silat).
2. seni dan budaya (hadrah, kaligrafi,).
3. menjahit
4. TIK (Teknologi ilmu computer)
Dan juga masih banyak yang lainya. Mereka juga diajari dalam system oragansasi dimana adanya osis, Al-himmah dan juga keagamaan.
Adzan ashar berkumandang dimana semua kegiatan harus selesai yang berurusan dengan kegiatan sekolah. Dilanjut dengan shalat berjamaah ashar yang wajib dilakukan para santri. Habis shalat berjamaah ashar dipesantren ini setiap selesai shalat berjamaah ashar selalu beristiqomah membaca hisbun nawawi sesuai motto dari kh. Moh baqir adelan selaku pengasuh pondok pada tahun 1976-2006. Habis shalat ashar para santri melanjutkan kegiatan pondok yakni pengajian Diniah yang diikuti oleh semua kalangan santri system pengajaran diniah ini melakukan sitem pengajran dalam kurung waktu 2 jam dimana santri diajari tentang berbagai kitab kuning yang diantaranya fathul qorib, nahwu shorof dan juga banyak kitab kuning lainya. Setelah kegiatan selesai para santri kemali kekamar masinng-masing utnuk bersiap-siap melakukan shalat berjamah maghrib.
Adzan berkumandang dimana seluruh santri langsung bergegas menuju kemasjid tempat mereka beribadah. Setelah melakukan shalat berjamaah maghrib para santri diwajibkan membaca rotibul hadad yang dari dulu hingga sekarang masih diistiqokamakan membaca habis maghrib. Setelah pembacaan rotibu hadah para santri ada yang meninggalkan masjid untuk mencari makan malam, ada juga yang masih didalam masjid untuk membaca Al-qur’an.
Adzan isya’ berkumadang para santri diwajibkan memasuki masjid untuk melakukan jamaah shalat isya’. Shalat berjamah isya’ pun telah usai para santri melakukan kegiatan tepat pada pukul 20.00 WIB. Mereka melakukan pengajian untuk kalangan santri madrasah tsanawiyah mereka mengaji di uztadz-uztad yang sudah ditentukan. Adapun juga untuk kalangan maddrah Aliyah mereka mengaji pengajian kitab yang langsung diajarkan oleh romo yai.
Pengajian pun telah usai mereka kembali keasrama untuk melakukan kegiatan asrama yakni pembacaan surat al-Waqiah dan juga takror (belajar). Setelah takror usai para santri diperkenangkan untuk istirahat tapi terkadang masih banyak juga mereka yang masih bertanya-tanya atau pun juga disebut sharing. Mereka banyak bertanya tentang pengalaman-pengalaman waktu dipondok dulu.
Tepat pukul 23.00 WIB santri diwajibkan untuk tidur biar waktu shalat subuh gak lagi ngantok pada pukul 03.00 WIB. Kebanyakan santri melakukan shalat tahajud walaupun shalat Sunnah tahajjud tidak diwajibkan bagi seluruh kalangan snatri tetapi masih banyak yang melakukan. Begitulah kegiatan setiap hari-harinya dimana kegiatan itu dumulai dari bangun subuh terus sekolah sampai ngaji kitab dan diakhiri dengan belajar diwaktu malam. Kegiata mereka pun dilakukan setiap hari sabtu – kamis dihari jum’at mereka diberi libur buat menghibur otak biar nggak suntuk.
Disudut pondok disamping rumah seorang uztad disitu terdapat kolam ikan dimana biasanya santri menghibur diri dengan memberi makan ikan diseblah kolam ada juga kandang ayam milik uztad itu sendiri .
Saya pernah bertanya kepada saudara M. ilham Zubairi seorang alumni yang kurang lebih mondok 6 tahun yang katanya adalah “Tarbiyatut Tholabah adalah rumah kedua setelah rumah, Tarbiyatut Tholabah adalah ruang ilestrasi untuk berani vocal dalam menyikapi semua kegamangan hidup. Pada dasarnya sangat bahagia bisa di Tarbiyatut Tholabah, namun pada sisi lain sangat miris dengan perkembangan pendewasaan saat ini. Diawali masuk jumpa dengan seorang kiyai khos mbah Baqier Adelan Alm. Beliau selalu bertutur bahwa ada 3 kunci dalam mencari barang mahal hikmah milik manusia, diantaranya selalu belajar bersama dan kepada siapa saja, istiqomah, dan silaturrahim. Ini singkat tapi tidak mudah menjalani dengan penuh keihklasan. Kyai khos tersebut mengajarkan kedalaman ilmu yang cukup santun, selalu setiap malam berputar memutari pesantren sebelum menjelang fajar. Bahagia di Tarbiyatut Tholabah, akan selalu TABAH dan hidup dengan ke TABAH an seperti singkatan dari tarbiyatut Tholabah yakni TABAH”.
Dilanjut mengenai pendidikan menurut saudara Ilham Zubairi. “diawali saya percaya bahwa sekitar pesisir adalah pemilik orang-orang yang khas dalam keagamaan. Seperti, sunan Drajat, sunan Bonang, Dll. Jadi secara singkat saya pilih dengan perjumpaan jatuh hati pada sikap santri yang makan dengan cara talaman bersama-sama”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar